Batang (Humas) – Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang menerima kunjungan Tim Pendamping Penilaian Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta untuk kegiatan implementasi dan pendampingan PEKPPP, Selasa (15/9/2026), di Aula Lantai II
Rombongan Tim Kemenag Kota Yogyakarta disambut langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batang, Munif, didampingi Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi, serta sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Batang.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Batang, Munif, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Kemenag Kota Yogyakarta. Ia berharap pendampingan tersebut dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kemenag Batang.
“Selamat datang di Kabupaten Batang. Semoga perjalanan Bapak dan Ibu menyenangkan. Khusus kepada Tim Kemenag Kota Yogyakarta, kami berharap dapat memberikan masukan secara jujur, detail, dan apa adanya, sehingga menjadi bahan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi dan pendampingan PEKPPP menjadi momentum penting bagi Kemenag Batang untuk melihat kembali berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik membutuhkan komitmen untuk terus berbenah dan tidak terlena dengan capaian yang telah diraih.
“Jangan terlalu terlena masuk zona nyaman. Ketika kita menuju zona nyaman, justru kita harus beralih ke zona tumbuh. Kita ingin memberikan yang terbaik kepada satker dan masyarakat yang kita layani,” ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi harus menjadi puncak dari pengabdian ASN dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
“Pada prinsipnya, ketika predikat WBK dan WBBM dapat kita raih, budaya melayani masyarakat harus benar-benar kita wujudkan. Di sini kita berbagi pengalaman, apa yang telah kami lakukan dan apa yang dapat diberikan oleh instansi Kementerian Agama kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman dan praktik baik yang dibagikan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi referensi bagi Kemenag Kabupaten Batang dalam memperkuat penyelenggaraan pelayanan publik.
“Kita berharap teman-teman di sini bisa menjadi contoh. Batang memiliki semangat yang tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.(Rz/Am/Zy_humas)
