Batang (Humas) – Semangat berbagi pada momentum Lebaran Yatim dan Disabilitas 1448 H/2026 M kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan bagi 80 anak yatim di Aula Kecamatan Gringsing, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Batang, Slamet Siswadi, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Garazawa Eko Yuni Aryanto,Sekretaris Camat Gringsing Pranu Sudibyo, Pengurus UPZ Kemenag Kabupaten Batang, keberadaan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Gringsing, Kelompok Kerja Kepala Sekolah Sekolah Dasar (KKKSD) Gringsing,

Sekretaris Camat Gringsing Pranu Sudibyo mengajak anak-anak untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin dan tidak menyerah pada keterbatasan ekonomi maupun latar belakang pendidikan. Menurutnya, keberhasilan lebih ditentukan oleh kemauan, ketekunan, dan kerja keras.
Ia mencontohkan perjalanan hidup Prajogo Pangestu, yang pernah bekerja sebagai sopir angkot di Kalimantan sebelum akhirnya menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia.
“Bermimpilah setinggi mungkin. Jangan pernah merasa minder karena keadaan. Terus belajar, berusaha, dan yakin bahwa masa depan bisa diubah dengan kerja keras,” pesannya.
Dia menegaskan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan para donatur kepada anak-anak yatim. Meskipun nilainya tidak besar, ia berharap bantuan tersebut mampu menambah semangat belajar sehingga tidak ada anak yang putus sekolah. Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak sungkan menyampaikan berbagai persoalan kepada pemerintah kecamatan maupun pihak terkait agar dapat dicarikan solusi bersama.
Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Slamet Siswadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program tersebut. Ia menjelaskan bahwa bantuan berasal dari dana zakat yang dihimpun dari ASN dan masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten Batang.
“Zakat yang kami salurkan hari ini merupakan amanah dari para muzaki, khususnya ASN dan masyarakat. Semoga dapat meringankan kebutuhan anak-anak yatim sekaligus menjadi berkah bagi para pemberi zakat maupun penerima manfaat,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak ASN yang menunaikan zakat melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Bahkan, menurutnya, BAZNAS memiliki harapan agar program santunan seperti ini ke depan dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan apabila dukungan dana zakat terus meningkat.
Seadangkan Garazawa Eko Yuni Aryanto menyampaikan bahwa keberadaan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) turut memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program sosial keagamaan, termasuk penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, pengelolaan zakat harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran agar kepercayaan masyarakat terus meningkat.
“Dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki merupakan amanah yang wajib dikelola dengan penuh tanggung jawab sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik. Semakin banyak masyarakat yang percaya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu, transparansi dalam pengelolaan zakat menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan tersebut,” ujarnya.
