Batang (Humas) – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Batang menggelar silaturahmi dan saresehan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Selasa (11/8/2026).
Kegiatan diawali dengan konvoi bersama menuju lokasi kegiatan. Sepanjang perjalanan, peserta menyanyikan sejumlah lagu nasional sebagai bentuk semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setibanya di lokasi, seluruh peserta mengikuti pembentukan formasi paper mob. Kegiatan tersebut berlangsung semarak dan penuh kebersamaan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Munif, turut ambil bagian dalam proses pembentukan paper mob bersama jajaran penghulu, penyuluh agama Islam, dan pelaksana KUA.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan saresehan dan pengarahan. Dalam arahannya, Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Batang, Munif, mengajak seluruh jajaran KUA menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
“Jika industri membangun gedung-gedung tinggi, maka KUA bertugas membangun manusia yang luhur. Jika kawasan ini mencetak tenaga kerja yang unggul, maka KUA harus ikut mencetak keluarga yang tangguh,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya membangun empat harmoni, yakni harmoni pelayanan, kolaborasi, inovasi, dan integritas. Menurutnya, KUA harus memberikan pelayanan yang cepat, ramah, mudah, transparan, serta terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Jangan hanya menjadi pegawai yang bekerja di KUA, tetapi jadilah insan yang membuat KUA semakin bermakna bagi masyarakat,” pesannya.
Ia berharap seluruh jajaran KUA dapat menjadi duta harmoni, penjaga kerukunan, dan pelayan umat.
“Apabila KUA semakin harmonis, maka keluarga semakin harmonis, masyarakat semakin harmonis, dan Indonesia semakin kuat,” pungkasnya
Sementara itu, Ketua Panitia, Muhtarom, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat menjaga harmoni, baik di lingkungan KUA maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, terdapat tiga harmoni yang menjadi tanggung jawab bersama. Pertama, menjaga harmoni keluarga di lingkungan KUA. Kedua, menjaga harmoni antarumat beragama, karena KUA merupakan salah satu garda terdepan dalam membangun kerukunan. Ketiga, menjaga harmoni dengan terus merawat dan membangun Republik Indonesia.
“Menjaga harmoni Indonesia merupakan kewajiban kita bersama. Dimulai dari harmoni keluarga di lingkungan KUA, harmoni antarumat beragama, hingga harmoni dalam menjaga dan membangun Republik Indonesia,” ungkapnya
