Batang (Humas) – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Munif, menghadiri kegiatan Manaqib Kubro dan Pengajian Umum Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Syu’biyah Batang di Kompleks SMK NU Limpung, Kabupaten Batang pada Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.000 jamaah tersebut berlangsung khidmat. Hadir dalam kesempatan itu jajaran pengurus JATMAN, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Limpung, para kiai, tokoh agama, serta warga Nahdliyin dari berbagai daerah.

Rois Syu’biyah JATMAN Batang, KH. Ahmad Abdurrahim, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Program Subuhiyah yang dirangkaikan dengan Manaqib Kubro. Ia mengungkapkan bahwa antusiasme jamaah terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, peserta asal Kabupaten Batang menjadi salah satu yang terbanyak pada pelaksanaan Manaqib Kubro tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Semoga kegiatan ini semakin berkembang, membawa keberkahan, serta memberikan manfaat yang luas bagi umat,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. KH. Masykur Musa, M.Pd., selaku Mudir ‘Aly JATMAN, dalam arahannya menyampaikan bahwa perkembangan Islam di Indonesia tidak terlepas dari dakwah para ulama yang mengedepankan hikmah, kelembutan, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Menurutnya, metode dakwah yang diwariskan Syekh Ibrahim Asmoro Qondi dan diteruskan para Wali Songo telah melahirkan karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, damai, serta mampu menyatu dengan kehidupan masyarakat.
“Islam berkembang di Nusantara bukan dengan paksaan, tetapi melalui keteladanan, hikmah, dan penghormatan terhadap budaya yang tidak bertentangan dengan syariat. Inilah karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang harus terus kita jaga,” tutur Prof. Masykur Musa.
Ia juga menegaskan pentingnya tarekat sebagai sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) melalui zikir, pengendalian hawa nafsu, dan pembinaan akhlak.
“Mari kita perbanyak zikir, bersihkan hati, perbaiki akhlak, dan tingkatkan kecintaan kepada Allah SWT. Dengan hati yang bersih, kita akan menjadi pribadi yang tenang, jujur, serta memperoleh kebahagiaan di dunia maupun akhirat,” pesannya kepada ribuan jamaah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh KH. Dzikron Abdullah, Rois Wustho JATMAN Jawa Tengah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk terus menjaga istiqamah dalam mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan majelis zikir dan manaqib sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.(Am/Zy_Humas)
