Batang(humas) – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), IPARI Kabupaten Batang dan IPARI Kabupaten Grobogan menggelar aksi kolaborasi lintas wilayah bertajuk “IPARI Collaboration Fest 2026”, di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Minggu (7/6/2026)
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Munif. Uniknya, rangkaian kegiatan ini digelar dengan konsep road trip edukatif dan ekologis, yang mengambil rute menyusuri keindahan alam mulai dari kawasan Tol Kayangan, Bawang, Kabupaten Batang, hingga menembus wilayah dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo.

Rangkaian acara yang didesain untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas penyuluh ini mencakup berbagai agenda strategis, mulai dari Apel Harlah IPARI, Studi Tiru Pengelolaan Media Sosial, aksi Ekoteologi melalui Penanaman Pohon, hingga kegiatan rekreatif Outbond.
Bertindak sebagai Pembina Apel Harlah yang digelar di tengah sejuknya kawasan perbatasan, PLT Kepala Kantor Kemenag Batang, Munif yang memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para penyuluh agama.
Dalam amanatnya, dia menekankan bahwa meski organisasi ini terhitung masih berusia sangat muda, kontribusinya bagi masyarakat dan negara sudah sangat dirasakan.
“Di usia yang baru menginjak 3 tahun, IPARI telah membuktikan diri mampu memberikan banyak sumbangsih nyata untuk bangsa. Penyuluh agama adalah garda terdepan Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan di tengah masyarakat,” ujar Munif.
Lebih lanjut, dia mengingatkan pentingnya adaptasi teknologi bagi para penyuluh di era modern. Dia mendorong seluruh anggota IPARI untuk tidak gagap teknologi dan mulai aktif berdakwah di dunia maya.
Tantangan digitalisasi ini langsung direspons konkret dalam Collaboration Fest melalui sesi Studi Tiru Media Sosial. Dalam sesi ini, kedua kepengurusan IPARI saling berbagi strategi mengenai pengelolaan konten kreatif di platform digital agar pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau generasi muda secara lebih efektif.
Tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas intelektual dan digital, IPARI Collaboration Fest 2026 juga diwarnai dengan aksi sosial lingkungan berupa penanaman pohon bersama. Penanaman pohon yang dilakukan di sepanjang rute Bawang–Dieng ini menjadi simbol komitmen para penyuluh agama terhadap kelestarian alam.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan serangkaian agenda outbond di kawasan Dieng, Wonosobo. Suasana penuh tawa dan kebersamaan di alam terbuka ini berhasil memperkuat teamwork serta sinergi antar-penyuluh dari Kabupaten Batang dan Kabupaten Grobogan.
Dengan suksesnya gelaran IPARI Collaboration Fest 2026 yang melintasi jalur eksotis Batang-Wonosobo ini, diharapkan para penyuluh agama semakin solid, inovatif, dan siap menjadi motor penggerak moderasi beragama, baik di dunia nyata maupun di jagat digital.(Rz/Zy_Humas)

