Batang (Humas) – Momentum evaluasi kepengurusan masa khidmat 2021–2026 sekaligus merumuskan arah organisasi dan program kerja ke depan.Badan Koordinasi (BADKO) Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Kabupaten Batang menggelar Musyawarah V BADKO LPQ Kabupaten Batang Tahun 2026 di aula Pendopo Kabupaten Batang, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Batang Darsono mewakili Bupati Batang, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Munif, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Siswoyo, Ketua II BADKO LPQ Jawa Tengah Mustafa AY, Ketua BADKO LPQ Kabupaten Batang Maskur beserta jajaran pengurus, pembina, perwakilan organisasi masyarakat Islam, serta perwakilan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).

Dalam sambutan Bupati Batang yang dibacakan Asisten I Darsono, Pemerintah Kabupaten Batang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Kabupaten BADKO LPQ Kabupaten Batang Tahun 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi organisasi, evaluasi program, sekaligus merumuskan langkah strategis bagi kemajuan pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Batang.
“BADKO LPQ memiliki peran penting dalam membangun karakter, moral, dan spiritual generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi,” demikian disampaikan.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dengan guru ngaji, ustaz, dan ustazah perlu terus diperkuat. Melalui musyawarah tersebut, seluruh peserta diharapkan mengedepankan kebersamaan dan kepentingan umat serta menghasilkan program-program yang inovatif dan bermanfaat.
Pemerintah Kabupaten Batang juga menyatakan komitmennya untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan kesejahteraan para guru ngaji sesuai dengan kemampuan daerah.
Musyawarah V BADKO LPQ Kabupaten Batang selanjutnya diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan baru yang solid sekaligus melahirkan program kerja yang adaptif, inovatif, dan mampu memperkuat pendidikan Al-Qur’an di tengah perubahan zaman.
Sementara itu, Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Batang Munif mengajak seluruh peserta menjadikan musyawarah bukan sekadar momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat peran LPQ dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda.
“Selamat bermusyawarah. Musyawarah ini tidak hanya memilih pengurus, tetapi bagaimana kita membawa nilai-nilai Al-Qur’an agar semakin baik dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tuturnya.
Dia mengibaratkan organisasi seperti pohon besar yang telah melewati berbagai musim. Menurutnya, pohon yang memiliki akar kuat tidak mudah goyah dan akan terus tumbuh.
Ia juga mendorong BADKO LPQ untuk terus melakukan pembaruan dan inovasi. LPQ, katanya, harus mampu “naik kelas” dan tidak hanya menjalankan pola-pola lama.
“BADKO dan LPQ harus naik kelas. Jangan hanya menjadi tradisi, tetapi mari kita modern. Bangun inovasi-inovasi, termasuk bagaimana menemukan metode yang baik dalam menanamkan nilai Al-Qur’an kepada anak-anak kita,” pesannya.
Dia juga mengingatkan bahwa pengurus BADKO memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada kepentingan organisasi semata. Ia mengibaratkan pengurus seperti sungai besar yang airnya tidak hanya mengalir untuk dirinya sendiri, tetapi memberikan manfaat bagi pertanian, perikanan, dan kehidupan masyarakat.
“Pengurus itu bukan sekadar jabatan. Musyawarah ini bukan sekadar mengganti pengurus, tetapi bagaimana kita mengganti pola pikir untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih besar,” tegasnya.
Sedangkan,Ketua BADKO LPQ Kabupaten Batang, Maskur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan organisasi selama masa kepengurusan 2021–2026.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi bagi BADKO LPQ Kabupaten Batang,” ujarnya.(Am/Zy_humas)

