Batang (Humas) – Untuk mengevaluasi capaian realisasi anggaran sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang masih perlu diperkuat. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Serapan Anggaran di Aula Lantai II pada Rabu (30/9/2026).
Rakor diikuti Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi dan Gara Zawa, para perencana, PPK, PPSPM, PPABP, analis keuangan, analis anggaran, para bendahara, serta para pengelola keuangan dan kegiatan pada seksi maupun satuan kerja.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kankemenag Batang, Munif, menegaskan bahwa angka-angka serapan anggaran harus dijadikan sebagai alarm bersama untuk melihat capaian sekaligus menemukan bagian yang masih menjadi titik lemah.
“Angka-angka itu kita jadikan alarm. Kita identifikasi bersama titik terlemah bagaimana. paling tidak 75 persen,” tegasnya.
Menurutnya, capaian serapan anggaran tidak hanya berkaitan dengan besarnya persentase realisasi, tetapi juga harus memperhatikan ketepatan waktu, kelengkapan administrasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta manfaat yang dihasilkan dari penggunaan anggaran.
“Mari bergerak bersama sehingga kita bisa memaksimalkan realisasi anggaran. Yang hebat adalah serapan yang tepat waktu, administrasinya tepat, dan yang berdampak,” ujarnya.
Dia meminta seluruh pengelola anggaran untuk melakukan identifikasi secara jelas terhadap kendala yang dihadapi. Setiap persoalan yang ditemukan, lanjutnya, harus segera dianalisis dan dicarikan solusi agar tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan.
“Identifikasinya harus jelas, kita cari solusinya. Analisa, kemudian kita tindak lanjuti,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya gerak cepat dan tuntas dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, setiap proses harus dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kesalahan maupun kecerobohan yang dapat berdampak pada administrasi dan akuntabilitas anggaran.
“Layanan kita harus gerak cepat, tuntas, dan berdampak. Jangan sampai ada suatu kecerobohan. Kita harus taat regulasi dan taat waktu,” pesannya (Am/Zy_humas)
