Batang (Humas) – Bulan Muharram dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai bulan “Lebaran Anak Yatim”. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kemenag Batang menggelar aksi sosial pentasyarufan zakat bagi 80 lebih anak yatim di Kecamatan Reban pada Selasa (30/06/2026).
Hadir pada acara itu Plt. Kemenag Batang, Munif, Wakil Ketua Baznas, Unsur Pimpinan Kecamatan Reban, Pengurus UPZ Kemenag, Kepala KUA, Serta Pengawas Madrasah.

Dalam sambutannya Plt Kakankemenag Batang mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama, sekaligus menjalankan tradisi mulia menyantuni anak yatim yang telah berakar kuat dalam budaya Islam di Indonesia.
“Harapannya nanti anak-anak yatim itu paling tidak bisa merasakan kebahagiaan dan syukur-syukur nanti bisa berkelanjutan.” ucap Munif.
Bulan Muharram, imbuhnya, dipilih karena memiliki makna spiritual yang mendalam, di mana umat Islam didorong untuk memperbanyak amal saleh, terutama dalam memperbaiki keadaan anak yatim dan memperlakukan mereka dengan kasih sayang.
“Harapan kedepan semoga Baznas dan UPZ bisa memberikan beasiswa kepada anak yatim, karena kita juga ingin bisa mewujudkan cita-cita mereka yang tumbuh dari sanubarinya,” ungkapnya.
Dia juga berterimakasih kepada para muzakki yang sudah membayarkan zakatnya melalui Baznas dan UPZ Kemenag Batang.
“Mudah-mudahan zakat bukan lagi sebuah kewajiban tapi semoga bisa menjadi budaya yang baik,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Batang, Slamet Siswadi, mengungkapkan bahwa zakat yang ditasyarufkan untuk anak-anak yatim ini dihimpun dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kemenag dan Pemerintah Daerah Batang melalui program Batang Peduli.
Pada lebaran yatim tahun ini, Baznas Kabupaten Batang menyalurkan bantuan kepada 1400 anak yatim usia RA/TK dan SD/MI di 15 Kecamatan.
“Melalui pentasyarufan ini, kita hadir untuk membantu mereka, apalagi ini bersamaan dengan tahun ajaran baru. Mudah-mudahan ini bisa membantu mereka untuk membeli perlengkapan sekolah,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, Camat Reban, Sugiharto, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan lembaga amil zakat di tengah masyarakat merupakan sebuah kewajiban untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai motivasi bagi para penerima untuk terus berdaya.
“kami mohon bantuan ini bisa digunakan untuk yang bermanfaat. Untuk membeli keperluan alat sekolah. Jangan dibuat beli pulsa HP,” tandasnya. (Zaenal Faizin suluh /Zy_Humas)
