Batang (Humas) – untuk memperkuat pemahaman guru terhadap kerangka dan isi TKA sekaligus memantapkan strategi pembelajaran bagi murid Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) menggelar Seminar Bedah Kerangka Tes Kemampuan Akademik (TKA) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Batang di Parkside Mandarin Hotel, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Munif, dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma), Luthfi Hakim AE. Seminar diikuti para guru kelas VI MI se-Kabupaten Batang dengan menghadirkan pemateri dari Penerbit Erlangga yang mengulas kerangka TKA serta memberikan penguatan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan di madrasah.
Dalam arahannya, Munif berharap seminar tersebut dapat mendorong peningkatan hasil TKA secara signifikan melalui perbaikan kualitas proses pembelajaran di madrasah.
“Harapannya, ada peningkatan yang signifikan. Selama ini, pembelajaran kita terkadang masih terpaut pada Lembar Kerja Siswa (LKS). Ke depan, kita perlu lebih memperkuat proses pembelajaran dan penerapannya kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari hasil akhir atau kemampuan peserta didik dalam menjawab soal. Lebih dari itu, guru perlu memastikan bahwa murid benar-benar memahami materi, mampu menerapkan pengetahuan, serta memiliki keterampilan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai persoalan.
Ia pun mengajak para guru untuk mengembangkan pembelajaran yang mendorong peserta didik aktif menganalisis masalah dan menemukan solusi secara mandiri.
“Ayo, kita latih anak-anak kita untuk menganalisis dan memecahkan masalah. Jangan hanya berorientasi pada kemampuan menjawab soal, tetapi juga bagaimana mereka memahami persoalan dan menerapkan ilmu yang dipelajari,” pesannya.
Dia menambahkan, madrasah memiliki kekhasan dalam memadukan pengembangan kemampuan akademik dengan pendidikan agama. Karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan akhlak peserta didik.
“Tugas kita bukan hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak murid-murid kita. Di madrasah, penguatan kemampuan akademik harus tetap selaras dengan pendidikan religius agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia,” tegasnya.(Am/Zy_humas)

