Batang (Humas) – MTs Negeri Batang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang menggelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi seluruh murid kelas IX di Masjid Hasyim Asy’ari, Dukuh Pucungkerep, Desa Sengon, Kecamatan Subah, Sabtu (5/9/2026).
Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri Batang, Maskur, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan BAZNAS Kabupaten Batang. Menurutnya, kerja sama tersebut memberikan manfaat positif bagi murid, khususnya dalam membekali mereka dengan keterampilan keagamaan yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan BAZNAS Kabupaten Batang, semoga sinergi ini bisa terus berjalan untuk masa-masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Batang, Slamet Siswadi, menegaskan bahwa ilmu pemulasaraan jenazah merupakan pengetahuan penting yang perlu dipelajari oleh generasi muda.
“Ilmu pemulasaraan jenazah ini penting untuk dipelajari, karena sangat dibutuhkan dan bermanfaat secara nyata ketika ada keluarga, saudara, maupun tetangga yang meninggal dunia,” tuturnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi fikih Islam yang dipandu oleh Kyai Muhammad Matin, Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Subah, dan Siti Al Misbah, Kasi Pelayanan Desa Beji.
Kedua pemateri memberikan pemahaman secara komprehensif kepada murid mengenai tata cara pemulasaraan jenazah. Materi dimulai dari penanganan orang yang berada dalam kondisi muhtadhir atau sakaratul maut, penanganan sesaat setelah meninggal dunia, tata cara tajhizul jenazah, hingga pelaksanaan salat jenazah, prosesi pemberangkatan, dan pemakaman.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, para siswa juga diajak mengikuti praktik langsung memandikan dan mengkafani jenazah menggunakan manekin. Murid dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni kelompok putra yang mengikuti praktik bersama Kyai Muhammad Matin menggunakan manekin laki-laki dan kelompok putri yang dibimbing Siti Al Misbah menggunakan manekin perempuan.
Perwakilan dari masing-masing kelas juga mendapatkan kesempatan untuk maju dan mempraktikkan tata cara mengkafani jenazah secara mandiri.Seluruh rangkaian pelatihan ditutup dengan pengisian lembar kerja oleh para siswa sebagai bentuk evaluasi.(fahrunisa_mtsn/Am/Zy_humas)
