Batang (Humas) – Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Dialog Budaya sebagai upaya memperkuat pemahaman terhadap sejarah lokal sekaligus mempererat hubungan antar daerah melalui pelestarian warisan budaya. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Batang, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X , Bupati Batang M.Fiaz Kurniawan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pegiat sejarah Batang, guru sejarah, serta anggota Tim Sejarah Kabupaten Batang, Sodikin, yang juga menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang.
Dalam sambutannya, Bupati Batang menekankan pentingnya menggali dan menghidupkan kembali kisah-kisah sejarah yang menjadi bagian dari identitas daerah. Sejarah Kabupaten Batang, termasuk jejak Ratu Batang dalam peradaban Mataram, merupakan warisan penting yang perlu dipahami dan dilestarikan oleh generasi penerus.
Menurutnya, dialog budaya menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, memperkaya perspektif sejarah, serta membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga warisan budaya daerah.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemahaman terhadap sejarah lokal sekaligus mempererat hubungan antara daerah melalui kesamaan jejak sejarah dan kebudayaan.
“Melalui dialog budaya ini, kita berharap sejarah lokal semakin dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi mendatang. Sejarah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas dan jati diri daerah,” ungkapnya.(Am/Zy_humas)

