Batang (Humas) – Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Munif, menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang di Aula Kantor Bupati Batang, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum perpisahan Kepala Kejaksaan Negeri Batang sebelumnya, Reymond Ali, sekaligus penyambutan Kajari Batang yang baru, Ratih Andrawina. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Batang, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, kepala instansi vertikal, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Batang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Reymond Ali atas dedikasi dan komitmennya selama menjalankan tugas di Kabupaten Batang, meskipun masa pengabdiannya relatif singkat.
“Terima kasih atas dedikasi dan komitmen selama bertugas di Batang. Forkopimda adalah tiang-tiang rumah yang harus terus menjaga komitmen dan kebersamaan. Alhamdulillah, selama ini sinergi tersebut dapat kita jaga dengan baik,” ujarnya.
Kepada Kajari Batang yang baru, Bupati menyampaikan ucapan selamat datang serta harapan agar Kejaksaan Negeri Batang dapat semakin baik di bawah kepemimpinan yang baru.
“Selamat datang kepada Ibu Ratih Andrawina. Insyaallah dengan kepemimpinan Ibu, Kejaksaan Negeri Batang dapat semakin baik dan terus bersinergi dengan seluruh unsur di Kabupaten Batang,” lanjutnya.
Sementara itu, Kajari Batang yang baru, Ratih Andrawina, memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ia berharap dapat memperoleh dukungan dari seluruh pihak dalam menjalankan tugas di Kabupaten Batang.
“Terima kasih sudah menerima kami dengan baik. Mohon dukungan dari seluruh pihak. Semoga kita dapat bekerja sama dan bersinergi dengan baik dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kajari Batang sebelumnya, Reymond Ali, menyampaikan kesan dan pengalaman selama bertugas di Kabupaten Batang. Menurutnya, banyak pelajaran berharga yang diperolehnya, terutama mengenai kepemimpinan, kolaborasi, dan solidaritas.
“Selama di Batang saya mendapatkan banyak pelajaran yang berharga. Ternyata kepemimpinan yang efektif bukan hanya tentang suara yang keras, tetapi bagaimana seorang pemimpin bisa dicintai oleh anggotanya,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan solidaritas dalam menjalankan tugas.
“Pelajaran kedua adalah pentingnya kolaborasi dan solidaritas. Terima kasih atas kebersamaan selama saya bertugas di Batang. Mohon maaf apabila selama menjalankan tugas ada kekurangan. Saya pamit,” pungkasnya(Am/Zy_humas)
