Batang (Humas) – Untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pembelajaran di Raudhatul Athfal (RA), Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Gerbang Elok, Gringsing, Selasa (11/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Bersama Membangun Tata Kelola Organisasi yang Efektif, Adaptif, dan Inspiratif.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Munif, Kasi Pendidikan Madrasah Luthfi Hakim AE, Pengawas Madrasah , perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta kepala RA se-Kabupaten Batang.
Dalam arahannya, Plt. Kakankemenag Batang, Munif, mendorong agar Rakor dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi sekaligus menyusun langkah konkret untuk meningkatkan kualitas RA.
“Ajang ini betul-betul harus digunakan untuk menjadikan RA lebih baik lagi. RA merupakan tempat penanaman pondasi awal bagi anak-anak. Apa yang dilatih dan ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka,” ujarnya.
Menurut Munif, anak-anak pada usia RA membutuhkan lingkungan pendidikan yang penuh kasih sayang. Pada tahap perkembangan tersebut, anak juga kerap lebih percaya kepada guru ketika berada di lingkungan sekolah. Karena itu, guru RA memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pola pikir anak sejak dini.
“Ajarkan kasih sayang kepada semua, berikan stimulasi agar anak mampu berpikir rasional, serta bangun kepercayaan diri dan kemandirian mereka,” pesannya.
Dia menegaskan bahwa RA harus menjadi ruang bermain sekaligus belajar yang menyenangkan. Guru juga harus mampu menciptakan suasana yang membuat anak merasa bahagia dan nyaman.
“RA harus menjadi ruang bermain yang menyenangkan. Guru harus mampu membahagiakan anak. Jangan sampai proses pendidikan justru membuat anak takut untuk belajar,” tegasnya.
Ia juga mengajak para guru RA untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui tiga prinsip, yakni Great Teacher, menjadi guru yang kompeten dan terus belajar; Good Character, menjadi teladan bagi anak; serta Growth Mindset, tidak takut menghadapi perubahan dan berani mencoba hal-hal baru.
Selain itu, dia mendorong penguatan karakter RA melalui lima nilai utama, yaitu RA Digital, RA Ceria, RA Ramah Anak, RA Berkarakter, dan RA Berkolaborasi.
Sementara itu, Ketua KKRA Kab.Batang Nur Hanna, dalam laporannya menyampaikan bahwa evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan program kerja organisasi berjalan sesuai tujuan.
“Setiap awal semester kami melakukan evaluasi tahap pertama. Ini menjadi barometer sekaligus alat ukur sejauh mana program kerja telah dilaksanakan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan KKRA diarahkan untuk membangun RA yang semakin baik, baik dari sisi tata kelola organisasi maupun kualitas layanan pendidikan kepada anak.
“Tidak ada proses yang mudah untuk hasil yang indah,” pungkasnya.(Am/Zy_humas)
