Batang (Humas) – Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran Ma’had Ali, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang melaksanakan monitoring pembelajaran di Ma’had Ali Pondok Pesantren Darul Ulum Tragung, Kecamatan Kandeman, Kamis (8/10/2026).
Mewakili Kepala Kankemenag Kabupaten Batang, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Siswoyo bersama pelaksana PD.Pontren melihat secara langsung pelaksanaan pembelajaran, keberlangsungan program pendidikan, serta aktivitas mahasantri di lingkungan pesantren.
“Monitoring ini menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk memastikan proses pembelajaran di Ma’had Ali berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan mutu. Kami juga melihat langsung bagaimana mahasantri tidak hanya mengikuti pembelajaran, tetapi juga turut berkontribusi dalam proses pembelajaran pada program PDF,” ujar Siswoyo.
Selain monitoring pembelajaran, kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan verifikasi calon penerima insentif bagi ustadz/dosen Ma’had Ali. Berdasarkan hasil verifikasi, Ma’had Ali Pondok Pesantren Darul Ulum Tragung tercatat memiliki tiga ustadz yang memenuhi ketentuan sebagai calon penerima insentif.
Siswoyo menjelaskan, jumlah tersebut masih terbatas karena sebagian besar akun calon penerima belum melengkapi pengisian data pada aplikasi yang menjadi salah satu persyaratan administrasi.
“Rata-rata akun masih belum diisi atau dilengkapi. Karena itu, operator dari Kemenag membantu memfasilitasi pengisian dan melakukan verifikasi akun agar data calon penerima sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendampingan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar proses pengajuan hingga pencairan insentif dapat berjalan lancar dan tidak mengalami kendala administrasi.
Sementara itu, pengurus Ma’had Ali Darul Ulum Tragung menyampaikan bahwa program pendidikan telah berjalan dalam dua angkatan. Angkatan pertama yang semula berjumlah 60 mahasantri, saat ini tercatat sebanyak 48 mahasantri yang masih mengikuti program. Sedangkan angkatan kedua berjumlah 49 mahasantri.
Para mahasantri tetap bermukim di lingkungan pondok pesantren. Selain mengikuti pembelajaran di Ma’had Ali, mereka juga turut membantu proses pembelajaran pada program Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha dan PDF Ulya.(Siswoyo/Am/Zy_humas)

