Batang (Humas) – Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Kepenyuluhan serta menyusun langkah strategis ke depan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang menggelar rapat persiapan program kerja tahun 2026 Bimas Islam dan Penyuluh Agama,pada Selasa (7/4/2026), di aula lantai dua
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batang Mahrus, Kasi Bimas Islam Munif, Ketua PD IPARI Batang Al Mukaromah, pelaksana Bimas Islam, serta para penyuluh agama Islam.

Dalam arahannya, Kakankemenag menyampaikan permohonan maaf dalam suasana Syawal, sekaligus menegaskan tiga isu utama yang menjadi fokus ke depan. Pertama, penguatan layanan keagamaan melalui optimalisasi peran penyuluh sebagai agen literasi keagamaan di masyarakat. Kedua, penguatan literasi keagamaan yang mencerdaskan, menyejukkan, dan mencerahkan. Ketiga, pemberdayaan sosial ekonomi umat dengan memperkuat solidaritas.
Dia juga mendorong para penyuluh untuk membudayakan membaca dan menulis.
“Membaca harus dilanjutkan dengan menulis. Menulis bukan hanya hobi, tetapi juga menjadi alat dakwah yang efektif,” tegasnya.
Menurutnya, kemampuan literasi akan menjadikan penyuluh lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pesan keagamaan.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Munif dalam sambutannya menegaskan pentingnya penyusunan program kerja tahunan yang disusun secara mandiri oleh masing-masing penyuluh, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah binaannya.
“Program kerja ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi arah dan pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.
Dia menambahkan, fokus utama yang perlu diperhatikan meliputi penguatan pembinaan majelis taklim, termasuk pendataan dan pendaftaran melalui aplikasi yang telah disediakan. Selain itu, penyuluh diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang moderat, menyejukkan, dan mencerahkan, serta menjauhkan masyarakat dari paham radikal dan provokatif.
Dia juga menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam penguatan kampung moderasi beragama, melakukan deteksi dini potensi konflik keagamaan, serta memanfaatkan media digital untuk menyebarkan konten dakwah yang positif dan inspiratif.
“Penyuluh merupakan garda terdepan di masyarakat. Melalui program kerja yang baik dan terarah, diharapkan dapat menghadirkan majelis taklim yang aktif, terdaftar, dan produktif, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat,” pungkasnya.(Rz/Am/Zy_humas)
