Batang (humas)-Melaksanakan kebijakan Menteri Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang pagi ini Senin (17/2/2025) menggelar Apel Penghormatan Bendera Merah Putih di halaman kantor.
Apel diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kemenag Kabupaten Batang, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Batang, serta para kepala madrasah, termasuk Kepala MAN, Kepala MTs, Kepala MIN 1, dan Kepala MIN 2 Batang.

Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batang sekaligus menyerahkan Surat Ikatan Kerja kepada 10 orang wiyatabhakti yang bertugas di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di lingkungan Kemenag Batang.
Dalam amanatnya, Kakankemenag mengingatkan kepada seluruh jajaran bahwa anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) mengalami rekonstruksi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk tetap berprasangka baik dan optimis dalam menjalankan tugas, meskipun terdapat perubahan dalam alokasi anggaran.
“Saya berharap kita semua tetap bersikap positif meskipun terjadi rekonstruksi anggaran, kita tidak boleh berburuk sangka kepada siapa pun, justru kita harus mengambil hikmah dari perubahan ini agar dapat menyelenggarakan kegiatan yang lebih besar dan bermanfaat,” ujarnya.
Dia juga menegaskan kepada para pejabat Kemenag agar memberikan edukasi yang baik, serta meminta para pengawas madrasah untuk mendampingi dan membimbing madrasah agar semakin berkembang.
“Marilah kita laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, untuk KUA, pastikan pelayanan yang diberikan benar-benar optimal dan tidak meninggalkan permasalahan bagi generasi yang akan datang,” tambahnya.
Selain itu, Dia mengingatkan tiga hal penting dalam menjalankan tugas. Pertama, meskipun ada keterbatasan anggaran, kita harus tetap bersemangat dan optimis, karena roda kehidupan selalu berputar, kadang di bawah, kadang di atas. Mudah-mudahan badai ini cepat berlalu. Kedua, pentingnya menaati aturan, yang harus dimulai dari diri sendiri. Ketiga, disiplin dalam atribut, karena atribut merupakan cerminan diri kita sebagai aparatur yang profesional.(muzzi/zy_humas)