Batang (Humas) – Untuk memaksimalkan layanan haji tahun 2025 serta menyamakan persepsi antara Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU), Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dan Kementerian Agama Kabupaten Batang digelar rapat koordinasi (rakor) pada Jumat (31/1/2025) di Aula PLHUT.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Mahrus, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Siti Mahmudah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Pelaksana PHU, serta perwakilan dari berbagai KBIHU yang ada di Kabupaten Batang.

Dalam sambutannya, Kasi PHU menyampaikan bahwa di awal tahun 2025 persiapan penyelenggaraan ibadah haji sudah dimulai, terutama dalam hal penyelesaian dokumen calon jemaah. Mengingat pemberangkatan haji dijadwalkan mulai 1 Mei 2025, maka seluruh pihak harus bergerak cepat.
“Untuk biaya pelunasan masih menunggu keputusan resmi, meskipun nominalnya sudah diketahui,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Oleh karena itu, sinergi antara KBIHU, Dinas Kesehatan, dan Kemenag menjadi faktor utama dalam memastikan kesehatan calon jemaah sejak persiapan hingga kepulangan mereka ke tanah air.
“Kesehatan calon jemaah haji adalah prioritas utama. Kita perlu menyamakan persepsi dalam memberikan layanan yang optimal, mulai dari pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, hingga pendampingan selama ibadah haji,” tambahnya.
Sementara itu, KakanKemenag Mahrus menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan ibadah haji. Dia berharap Forum Komunikasi KBIHU dapat menjadi wadah yang efektif dalam menyelesaikan berbagai kendala serta meningkatkan kualitas layanan haji di Kabupaten Batang.
“Kita harus memastikan bahwa seluruh tahapan persiapan haji berjalan dengan baik, mulai dari bimbingan manasik hingga pemeriksaan kesehatan. Sinergi antara Kemenag, Dinkes, dan KBIHU menjadi faktor utama dalam keberhasilan penyelenggaraan haji,” tegasnya.
Lebih lanjut, KaKankemenag berharap KBIHU dapat memberikan pelayanan terbaik kepada calon jemaah haji serta meningkatkan koordinasi dan kekompakan dalam Forum Komunikasi KBIHU.
“Saya berharap KBIHU dapat semakin solid dalam menjalankan koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada calon jamaah haji,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang melaporkan bahwa hingga saat ini jumlah calon jemaah haji yang telah masuk dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) sebanyak 639 orang. Dari jumlah tersebut, 630 jamaah telah menjalani Medical Check-Up (MCU), 602 dinyatakan fit dalam sistem, dan 400 telah memiliki diagnosis lengkap. Sementara itu, 55 orang masih menjalani pemeriksaan lanjutan.
Rapat koordinasi ini juga membahas teknis pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji, termasuk alur pemeriksaan kesehatan, pemenuhan vaksinasi wajib, serta pendampingan tenaga medis selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi. Selain itu, forum ini menjadi wadah bagi KBIHU untuk menyampaikan kendala yang dihadapi serta mencari solusi terbaik dalam meningkatkan kualitas layanan haji.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji di Kabupaten Batang dapat bekerja secara sinergis demi memberikan pelayanan terbaik bagi calon jemaah haji tahun 2025.(muzzi/zy_humas)