Batang (Humas) – Untuk.melihat secara dekat pelaksanaan Ujian Bersama Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang digelar oleh DPC FKDT Kab. Batang pada Sabtu – Minggu (18-19 dan 25-26/2025) selama empat hari di masing-masing kecamatan, kemaren Minggu (26/1/2025) Kabid PD.Pontren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Amin Handoyo didampingi Wakil Ketua DPW FKDT Jateng Sururi, Kasi PD.Pontren Kemenag Kab.Batang Ahmad Munir dan Ketua DPC.FKDT Kab.Batang Suwandi.

Menurut Kasi PD.Pontren Ahmad Munir menjelaskan bahwa Kegiatan ujian bersama MDT di kecamatan ini sudah berjalan beberapa tahun, akan tetapi sistem mabit (menginap) baru dilaksanakan di tahun 2025 ini. Dari 15 Kecamatan juga baru 4 yang melaksanakan yaitu Reban, Blado, Banyuputih, dan Wonotunggal.
“Usulan tersebut bertujuan agar melalui mabit semalam para santri madin dilatih tinggal bersama dengan teman-temannya dari berbagai desa yang berbeda layaknya ketika nanti mereka mondok di pesantren,” jelasnya.
Dia juga menegaskan kegiatan mabid itu diharapkan para santri madin merasakan senang sehingga muncul minat untuk mondok setelah mereka lulus dari madin.

Sementara itu Ketua DPC FKDT Kab. Batang, Suwandi, menyampaikan bahwa ide ujian bersama MDT dilaksanakan dengan sistem mabit ini muncul dari usulan Kasi PD Pontren Kantor Kemenag Kab. Batang Ahmad Munir yang bertujuan agar melalui mabit semalam para santri madin dilatih tinggal bersama dengan teman-temannya.
“Respon santri dan para wali santri sangat positif dan tersirat kebahagiaan pada para santri ketika mereka ujian bersama dengan sistem mabit ini,” kata Suwandi.
Sementara itu Kabid.PD.Pontren Kemenag Jawa Tengah Amin Handoyo saat monitoring di Madin Gringgingsari kecamatan Wonotunggal, sangat mengapresiasi gagasan ujian bersama madin dengan sistem mabit ini.
“Pendidikan di madin adalah prototipe pendidikan dari pondok pesantren, karenanya santri yang sudah belajar di madin seharusnya dilanjutkan di pondok pesantren,” katanya.
Dia juga menegaskan bahwa ujian bersama mabit ini sangat mendukung terhadap pengkondisian anak-anak untuk melanjutkan belajar ke pondok pesantren.
Senada dengan itu Wakil Ketua DPW FKDT Jateng Sururi juga sangat mengapresiasi kegiatan ujian bersama sistem mabit itu.
“Ide ujian bersama sistem mabit ini sangat positif dan banyak membawa manfaat bagi santri, wali santri dan warga masyarakat,” katanya.
Dia juga mengatakan dengan kegiatan tersebut eksistensi madin juga semakin disenangi oleh warga masyarakat karena kegiatan positif yang ada dilihat langsung oleh mereka.
“Kami berharap ujian bersama sistem mabit madin di Kab. Batang ini tahun depan ditiru oleh kabupaten lain di Jawa Tengah, karena memiliki manfaat sangat besar bagi pengembangan madin dan keberlangsungan pendidikan agama para santri,” tegasnya.( Munir_Pontren/Zy_humas)