Batang (Humas) – Upaya mewujudkan kerukunan umat beragama sekaligus memberikan ruang bagi pekerja untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya menjadi perhatian dalam audiensi rencana pembangunan gereja di lingkungan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Ruang Meeting 1, Jumat (6/11/2026).
Hadir pada acara itu Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Siswo Martono, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Munif, didampingi Kasubbag TU Sodikin dan Penyuluh Agama Kristen. Turut hadir jajaran direksi KEK Industropolis Batang, perwakilan PUKKB, PGIW, FKUB, Bimas Kristen Kanwil Kemenag Jawa Tengah, serta perwakilan GBI Gajah Mada.
Dalam kesempatan tersebut, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Jateng menyampaikan bahwa keberadaan tempat ibadah di lingkungan KEK memiliki arti penting dalam memelihara dan menguatkan keimanan para pekerja beragama Kristen.
Ia menyambut baik inisiatif KEK Industropolis Batang yang memberikan perhatian terhadap kebutuhan tempat ibadah bagi umat Kristen. Menurutnya, gereja yang direncanakan diharapkan dapat menjadi tempat beribadah yang mampu mengakomodasi berbagai denominasi atau aliran umat Kristen.
“Kami menyambut baik niat KEK untuk memfasilitasi pendirian tempat ibadah ini. Harapannya, gereja tersebut dapat menampung seluruh umat Kristiani di lingkungan KEK sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Batang Munif menegaskan komitmennya untuk mengawal proses rencana pembangunan gereja tersebut agar berjalan sesuai ketentuan dan tetap mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama.
Menurutnya, keberadaan tempat ibadah bukan hanya menjadi sarana menjalankan ibadah, tetapi juga bagian dari upaya membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
Dia berharap tempat ibadah yang dibangun nantinya memiliki desain yang menarik, ikonik, dan mampu mengakomodasi kebutuhan generasi muda, termasuk menjadi ruang yang nyaman dan ramah bagi generasi Z.
“Harapannya, tempat ibadah ini dapat menjadi wadah bagi seluruh umat untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing dengan nyaman. Melalui fasilitas ini, kita juga ikut memupuk toleransi dan memperkuat kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.
Direktur Operasional KEK Industropolis Batang, Nurjaman, menyampaikan bahwa rencana pembangunan rumah ibadah tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja dan penghuni kawasan. Pihaknya berharap audiensi ini dapat menghasilkan solusi dan kejelasan langkah sehingga proses pembangunan dapat segera ditindaklanjuti.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah hal turut menjadi pembahasan, antara lain mekanisme penamaan gereja, pembentukan kepengurusan, serta skema pendanaan dan pengelolaan tempat ibadah.(Am/Rz/Zy_humas)
