Batang ( Humas ) – Melaksanakan kebijakan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, hari ini Rabu, (11/2/2026) Kemenag Kab.Batang mengikutsertakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional pada 69 ASN secara daring di aula Kemenag lantai dua.

Hadir pada acara itu Kakankemenag Kab.Batang Mahrus didampingi Kasi PD.Pontren Ahmad Munir, Kasi PAIS Siswoyo dan penyelenggara zakat wakaf Eko Yuni Aryanro dan para ASN Kemenag.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan fungsional secara resmi itu dipimpin langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah yang bertempat di aula Kanwil dan diikuti oleh seluruh kabupatan dan kota se Jawa Tengah secara daring.
Dalam amanatnya Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saeful Mujab menyampaikan terimakasih pada seluruh ASN yang hari ini mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional.
“Pejabat fungsional adalah jabatan yang anda pilih, maka harus siap melaksanakan tugas sesuai dengan fungsionalnya dan profesionalnya masing-masing,” katanya.

Dia juga menyampakan bahwa pengambilan sumpah itu diibaratkan sebagai miqot,maka menurutnya hari ini menjadi langkah awal dan menetapkan hati untuk bekerja lebih baik lagi.
“Tugas dan fungsi ASN sebagai pejabat fungsional harus berusaha semaksimal mungkin agar mencapai tingkat tertinggi namun perlu loyalitas,disiplinya harus lebih ditekankan,” tegasnya.
Sementara itu Kakankemenag Kab.Batang Mahrus dalam sambutan pembinaannya menyampaikan selamat pada para Guru dan Penghulu yang hari ini dilantik dan ambil sumpahnya oleh Kakanwil.
“Kenaikan jabatan ini adalah reward dari negara, maka selamat pada semua ASN yang diambil sumpahnya,” katanya.
Dia juga menyampaikan harapanya untuk bersyukur dengan cara berkinerja dengan lebih berkwalitas, bagi guru layanan pendidikan agar lebih berkealitas.
“Bagi para guru saya berharap untuk menambah kualitas layanan pendidikan madrasah lebih baik, agar masyarakat menerima keberadaan madrasah sebagai pilihan utama untuk memberi pendidikan pada putra putrinya,” tegasnya.
Sampai hari ini menurutnya masih ada sebagian masyarakat yang mendekotomi antara madrasah dengan lembaga pendidikan lain, padahal kita semua tahu madrasah yang dulunya adalah pendidikan agama itu adalah lembaga pendidikan pertama di Indonesia. (Zy_Humas)
